8 May 2010

Chacha Tata Thalita Sandra Adventure *12*

Thalita mutusin buat nyari kayu. Dia nyari sampe ngubek puing-puing rumah runtuh. Ketemu akhirnya!
BRAAAKKKK !!!! Thalita mukul orang aneh itu. Tangannya gemeteran. Tiba-tiba orang aneh itu berbalik ke arah Thalita. Thalita keringat dingin. Mundur, mundur,mundur dan nabrak tembok! Thalita berpikir bahwa hidupnya akan di akhiri mati konyol seperti ini. Namun, ZZZZZRRRRRRRRTTTTTTTTTTT !!! Orang aneh itu lenyap seketika. Menjadi sebuah kunci kecil yang indah. Warnyanya emas. Berkilauan. Tampak Chacha dan Jessandra yang sudah tampak agak lega.
‘’Kunci siapa, Tha?’’tanya Jessandra. ‘’Nggak tau deh. Nemu tadi pas orang aneh itu lenyap. Merinding ih gue.’’jawab Thalita ngeri. ‘’Siapa tahu aja, orang itu ada hubungannya sama rumah itu. Lihat nih! Kunci yang waktu kita kelas 4 yang gue temuin. Hampir sama, kan?’’kata Chacha. ‘’Iya, Cha. Lo bener. Tapi, kok tiba-tiba orang itu lenyap yah?’’ ‘’Yee, lo kata gue peramal apa?’’ ‘’SWT, lo, Cha! Udah ga usah berantem dah. Mending telpon si Tata dulu.’’usul Thalita. ‘’Yoi. Masuk yuk.’’ajak Jessandra.
‘’Ta, ke rumah gue deh! Gue nemuin sesuatu berhubungan sama rumah itu.’’kata Chacha saat sudah terdengar suara Tata. ‘’Oooh… Terus kenapa?’’ ‘’Kerumah dong. Mau ngomongin soal itu.’’ ‘’Bentar yah. Engko gue lagi pake sepeda gue. Entar kalo udah, gue langsung ke sana deh!’’ ‘’Oke. Cepet yah!’’kata Chacha sambil menutup telpon. Setengah jam kemudian, bel rumah Chacha berbunyi.
‘’Siapa?’’kata Chacha dari sofa yang sedang didudukinya. ‘’Tata!’’kata suara dari luar. ‘’Bentar.’’
Sementara Chacha membukakan pintu untuk Tata, Jessandra yang sekarang(katanya) akrab di panggil Sandra kalau disekolah, asik ngobrol dengan Thalita. Sepertinya sangat seru walau baru dimulai. Seperti para komentator sepak bola.
‘’Ngomongin apa, San, Tha?’’kata Chacha sambil mengambil dua dudukan untuknya dan Tata. ‘’Itu, lho. Gue baru nemuin titik terang masalah ini.’’ucap Sandra. ‘’Gimana?’’ ‘’Nih, ntar malem, mau nggak masuk rumah itu lagi? Kunci yang kita punya, pokoknya semua deh yang berhubungan sama rumah itu kita bawa kerumah itu.’’usul Thalita. ‘’Gitu doang sih udah pasti gue tau. Emang dengan begitu semuanya bisa selesai? I Think nope…’’kata Tata sambil memainkan unjung rambutnya yang indah. ‘’Iya. Belom selesai lagi. Abis itu, dirumah itu kan banyak pintu tuh. Kita coba semua pintu pake kunci yang udah kita temuin.’’kata Thalita. ‘’Iya. Bener juga lo, Tha!’’jawab Chacha. ‘’Eh, tapi, gimana kalo sampe kayak waktu itu lagi? Kita pingsan pas ditengah-tengah rumah itu? Kan nggak lucu tau. Nah, gue juga bingung, waktu itu kita dirumah itu kan pingsan, nggak mungkin kan kita jalan ke rumah sendiri? Abis pingsan itu kan kita langsung ada dirumah.’’sambung Chacha. ‘’Iya. Aduh.. Susah sih yah. Kalau mau sih kita butuh satu orang buat ngawasin kita dari luar. Siapa yah?’’kata Sandra. ‘’Eh, gimana kalau koko lo aja, Ta!’’usul Thalita. ‘’Boleh juga tuh. Ntar pas pulang deh gue bilang ke orangnya! Moga-moga tuh orang mau.’’
Sudah malam saat mereka selesai ngobrol. Tata, Thalita langsung ngacir pulang saat mama papa Chacha sama Sandra pulang. Mereka mau jalanin misi male mini. Ya, nekat-nekatan gitu lah. Besok mereka sekolah, jadi nggak bisa lama-lama.
Malemnya, tepat pukul 10, rumah udah sepi. Mama papa pergi ke undangan kerabat. Bi Inah mungkin udah tidur. Chacha duluan lagi. Sandra lama jadinya ditinggal.
‘’Mang, pesen bubur 4 dong!’’ucap Chacha. ‘’Boleh neng.’’. Chacha mesen buat makan mereka. Biar nggak masuk angin. Maklum, malem tuh dingin. Nggak lama setelah Chacha makan buburnya, Thalita, Sandra, Tata datang barengan.mereka makan aja. Aku masuk ke rumah itu bareng Thalita, yang udah selesai makannya. Yang lain nunggu diluar.
Didalem, hal yang sama terulang kembali. Suasana serem, merinding, ngeri menyelimuti mereka. Kedengeran banget, ada suara barang jatoh. Chacha dan Thalita takut sampe mau mati!
‘’Tha!! Apa tuh dibelakan lo?? Aahhh!!!!!’’jerit Chacha.
‘’Apaa?? Ahhhh !!!’’
Chacha dan Thalita lari ngibriit keluar rumah itu. Tapi, mereka nggak bisa. Mereka terus lari ke pintu itu. Karena rumah itu gelap banget, jadi cahaya dari pintu itu terang banget. Merka lari,lari,lari sampe akhirnya pintu itu mereka masuki. Tapi, beda banget sama yang tadi pas mereka masuk. Tempat dari pintu ini indah banget! Bunga-bunga mekar, burung nggak berhenti berkicau, binatang bahagia. Chacha dan Thalita takjub melihat tempat ini. Mereka ingin mengelilingi tempat ini. Saat akan melangkahkan kaki, mereka teringat akan sesuatu……………

No comments:

Post a Comment