8 May 2010

Chacha Tata Thalita Sandra Adventure *9*

Ulangan umum semester II sudah diambang pintu. Semua belajar dengan tekun untuk mendapat nilai terbaik. Terutama aku. Si juara kelas setiap tahun. Aku memang sangat ingin menjadi juara kelas. Apa lagi juara umum. Tahun ini, merupakan penentuan kelulusan bagiku, Tata dan Thalita. Rencananya kami akan masuk ke SMP yang sama.
‘’Chacha ! Ayo makan dulu!’’teriak Jess yang sekarang sudah langsung kupanggil nama itu. ‘’Bentar, Jess. Lagi beresin buku dulu !”’jawabku. Ya, sejak peristiwa Kaira dan rumah itu memang sudah banyak perubahan dari kami semua. Aku dan semuanya sudah saling berbicara seperti layaknya orang dewasa, menggunakan gue dan lo. Tidak lagi seperti dulu.

Diruang makan,
‘’Lama banget lo diatas. Ngapain aja sih ?’’tanya Jessandra .’’Gue kan udah bilang sama lo tadi, Jess.’’jawabku sambil mengambil sendok kepunyaanku. ‘’Yee, tapi koq lama banget sih ? Gue aja ga lama kayak lo.’’jawab Jessandra. ‘’So ? Gue y ague. Lo ya lo. Jadi, gue sama lo adalah Beda. Ngerti ?’’kataku mulai sewot. ‘’Ahh, terserah lo aja deh. Gue mau ke kamar dulu.’’jawab Jessandra lalu meninggalkanku sendiri dimeja makan.

Besoknya disekolah,
Aku masih mengulang pelajaran yang semalam aku pelajari. Agar tidak ada yang lupa tujuannya. Namun, saat aku belajar, tiba-tiba seseorang mendorongku dari belakan hingga menyebabkan aku hampir terjatuh.
‘’Hey ! Ngapain sih lo dorong-dorong ?’’kataku sewot. ‘’Eh, santai dong, Cha ! Ini gue, Tata. Lupa lo sama gue ?’’kata Tata. ‘’Ya ampun. Ga usah gitu dong, Ta. Mana mungkin gue lupa sama lo, tiap hari gue ketemu sama lo.’’jawabku sambil melanjutkan belajar. ‘’Ya udah deh. Belajar bareng yuk. Hari ini kan terakhir ujian, gimana kalo gue maen kerumah lo hari ini ? Boleh ga ?’’tanya Tata. ‘’Ohh, boleh koq. Ya udah. Ke bangku taman aja yuk.’’ajakku. Aku dan Tata belajar dibangku taman bersama. Tak terasa lonceng masuk sudah berbunyi. Kami langsung masuk ke ruang ujian dan mulai mengerjakan ujian masing-masing.

Dirumah saat pulang sekolah,
‘’Haii Jess. Hari ini Tata mau main kesini lho ! Udah lama dia ga maen ke sini.’’kataku saat menemui Jessandra sedang menonton TV. ‘’Bener lo ? Gila, gue pengen banget ketemu sama dia Cuma dia masih ga ada waktu.’’jawab Jessandra seneng banget seperti anak kecil yang habis diberi balon. ‘’Iaah. Ya udah ya. Gue mau istirahat dulu. Byee…’’jawabku singkat.
Aku menaruh tas di kursi belajarku dan ganti baju. Sehabis itu, aku tidur-tiduran dan tiba-tiba melintas dipikiranku tentang aku dimasa lalu. Kucoba buka diaryku sewaktu masih di kelas 4 SD. Saat membuka lembaran yang bertuliskan, ‘’KAIRA’’,’’RUMAH TAK BERPENGHUNI’’ dan ‘’TANAH LAPANG’’ pikiranku menghambur kemasa lalu. Tentang penyelidikan terhadap rumah itu, anak yang bernama Kaira, hantu rumah itu, tanah lapang itu. Ahh, jadi penasaran lagi deh sama rumah itu.
Aku memutuskan bicara tentang hal ini pada Jessandra. Mungkin dia mau masuk lagi ke rumah itu. Sama sepertiku jika mengingat hal itu.
‘’Jess, lo masih inget pas lo kelas 5 ?’’tanyaku pada Jessandra. ‘’Ohh, tentang rumah itu ? Ya jelas masih lah, Cha. Kenapa ? Lo pengen masuk kerumah itu lagi ?’’tanya Jessandra. ‘’Mau sih. Cuma Tata sama Thalita mau ga yah ?’’jawabku. ‘’Pasti mau lagi. Apa lagi sekarang kita juga udah pada gede, kan ? Gue pasti ikut koq.’’jawab Jessandra. Saat aku akan menjawab, tiba-tiba ber rumahku berbunyi. Jessandra segera membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Tata dan Thalita.
‘’Chacha ! Lo sini deh !’’panggil Jessandra .’’Napa ? Lho, koq ada Thalita juga ? Seneng deh bisa ngumpul bareng lagi ! Masuk yuk !’’kataku tanpa mempedulikan Jessandra. Mungkin kami akan membicarakan tentang rumah itu lagi. Liat saja nanti.















Chacha, Tata, Thalita dan Jessandra sudah besar sekarang. Mereka juga sudah hampir melupakan tentang misteri rumah itu. Namun, itu masih diingat oleh Chacha dan Jessandra. Apakah Tata dan Thalita masih mengingatnya ? Apakah mereka mau menyelidiki rumah itu lagi ?

No comments:

Post a Comment